Senin, 19 September 2011

Contoh PKM-M HPP untuk petani

A.    JUDUL
Pendampingan Petani dalam Menentukan Harga Jual Gabah \di Desa Turi Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan.

B.     LATAR BELAKANG
Harga jual gabah di setiap daerah berbeda-beda, salah satunya di Kabupaten Magetan. Harga jual gabah di Kabupaten Magetan berkisar antara Rp.290.000,00 sampai dengan Rp.325.000,00. Harga jual tersebut ditentukan oleh pihak tengkulak tanpa mengetahui besarnya biaya yang dikeluarkan petani untuk menghasilkan gabah. Metode ini dinilai menguntungkan pihak tengkulak namun di lain pihak merugikan petani. Hal tersebut dapat ditemui di kaki Gunung Lawu tepatnya Desa Turi Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan. Sebagian besar penduduk di Desa Turi bermata pencaharian sebagai petani. Dusun ini terdapat 23 kelompok tani dan satu lumbung desa. Desa Turi terdiri dari 23 rukun tetangga dimana setiap rukun tetangga memiliki satu kelompok tani.











Gambar1: Petani Desa Turi saat panen.

Seluruh kelompok tani Desa Turi menyimpan gabah yang tidak dijual atau tidak digunakan di lumbung desa. Lumbung desa terdiri dari tempat-tempat penyimpanan gabah. Tempat-tempat tersebut dibagi sesuai dengan dusun masing-masing. Satu dusun mendapatkan satu tempat, misalnya DusunKeniten menyipan gabah di ruang lumbung sebelah barat. Desa Turi merupakan desa dengan hasil pertanian yang melimpah namun kesejahteraan petani masih kurang. Hal ini disebabkan karena petani kurang mengetahui metode penjualan yang tepat.
Terdapat dua metode penjualan gabah di Desa Turi yaitu penjualan gabah yang masih belum waktu panen (tebas ijo) dan penjualan gabah siap jual. Metode tebas ijo menguntungkan pihak tengkulak ketika hasil panen bagus dan merugikan pihak petani namun ketika hasil panen buruk maka pihak tengkulak akan menanggung kerugian dan petani mengalami keuntungan. Metode ini kurang efektif karena hargajual gabah ditentukan secara spekulatif tanpa dasar yang jelas oleh pihak tengkulak.
Metode penjualan gabah siap jual akan menguntungkan pihak petani ketika hasil panen bagus namun apabila hasil panen buruk maka petani akan menanggung kerugian. Metode ini lebih efektif untuk dipilih karena petani dapat menentukan harga jual gabah sesuai dengan biaya yang dikeluarkan selama masa tanam hingga siap jual.  Biaya yang terjadi selama masa tanam dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu biaya tenaga kerja ,biaya bahan baku dan beban overhead. Biaya tenaga kerja dalam bidang pertanian bisa dicontohkan dengan gaji pekerja tetap dan tidak tetap, sedang contoh biaya bahan baku adalah bibit padi. Biaya overhead pada pertanian dapat dicontohkan dengan pestisida. Biaya-biaya tersebut dijumlahkan untuk mengetahui total biaya yang dikeluarkan petani. Sejak awal petani harus sudah mencatatat biaya-biaya tersebut agar harga jual bisa ditetapkan dengan tepat.
Harga jual ditetapkan dari total biaya atau bisa disebut sebagai harga pokok penjualan yang kemudian dikalikan dengan presentase keuntungan yang diinginkan. Meskipun petani sedah menentukan harga jual, tengkulak akan selalu menawar harga gabah. Keuntungan penggunaan harga pokok penjualan dalam menentukan harga jual adalah petani dapat menentukan harga terendah gabah tanpa mengalami kerugian.
Akan tetapi petani kurang mengetahui konsep perhitungan harga jual gabah berdasarkan harga pokok penjualan. Untuk itu diperlukan adanya pendampingan anggota petani lumbung desa dalam menentukan harga jual gabah berdasarkan perhitungan harga pokok penjualan.

C.     RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana cara menentukan harga jual gabah yang menguntungkan bagi petani dan tengkulak di Desa Turi Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan?
2.      Bagaimana cara menerapkan metode perhitungan harga jual yang mengntungkan kepada petani di Desa Turi Kecamatan Panekan Kabupaten Mageta?

D.    TUJUAN PROGRAM
1.      Untuk mengetahui cara menentukan harga jual gabah yang menguntungkan bagi petani dan tengkulak.
2.      Utntuk mengetahui cara yang tepat untuk menerapkan metode perhitungan harga jual yang mengntungkan kepaada petani Desa Turi Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan.













E.     LUARAN YANG DIHARAPKAN
Tabel 1Luaran yang Diharapkan
No
Kegiatan
Indikator
1
Observasi desa
Penulis mengetahui keadaan pertanian di Desa Turi Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan.
2
Penyampaian ide
Penulis menyampaikan ide kepada kepala desa Turi mengenai konsep penentuan harga jual gabah berdasarkan harga pokok penjualan.
3
Pendekatan pada petani
Petani menjadi terbuka kepada penulis dalam hal keadaan pertanian.
4
Persiapan sosialisasi
Mempersiapkan acara dengan baik agar acara berjalan dengan lancar.
5
Pelaksanaan sosialisasi
Sosialisasi diikuti oleh anggota kelompok tani Desa Turi Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan dan berjalan dengan lancar.
6
Pendampingan dan pemantauan
Penulis mendampingi dan memantau petani dalam mencatat biaya yang terjadi selama satu periode tanam dan panen.
7
Penyusunan laporan
Penulis membuat laporan yang berisi perkembangan dan pertanggungjawaban pendampingan petani Desa Turi.

F.      KEGUNAAN PROGRAM
Permasalahan para petani padi di Desa Turi Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan adalah penentuan harga jual gabah yang tidak memiliki dasar yang jelas. Harga jual gabah ditentukan secara sepihak oleh tengkulak. Kurangnya pengetahuan petani dalam hal penentuan harga pokok penjualan gabah mengakibatkan petani merugi. Melalui program pengabdian masyarakat para petani padi diharapkan memahami dan mampu menghitung besarnya harga pokok penjualan gabah. Keterampilan menghitung harga pokok penjualan gabah, petani dapat menentukan harga jual gabah secara layak dan tidak menimbulkan kerugian bagi petani.
Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI), pada dasarnya harga pokok penjualanadalah segala biaya yang timbul dalam rangka membuat suatu produk siap untuk dijual. Biaya tersebut dapat di sesuaikan dengan kegiatan pertanian. Biaya yang terjadi dalam satu periode tanam dik elompokkan menjadi tiga kelompok yaitu biaya tenaga kerja, biaya bahan baku dan biaya overhead. Kemudian biaya-biaya tersebut dicatat dan dijumlahkan, kemudian dibagi dengan jumlah panen dan dikalikan dengan persentase keuntungan yang diinginkan. Berdasarkan keterangan di atas, maka penentuan harga jual gabah dapat dirumuskan menjadi:
Tabel 2Perhitungan Harga Jual Gabah
Biaya TenagaKerja


a.       Pekerja langsung
Rp.xxx

b.      Pekerja tidak langsung
Rp.xxx

Jumlah biaya tenaga kerja

Rp.xxx
Biaya Bahan baku


a.       Bibit padi
Rp.xxx

b.      Pupuk
Rp.xxx

c.       Dll
Rp.xxx

Jumlah biaya bahan baku

Rp.xx
Total biaya (Harga Pokok Penjualan/ HPP)

Rp.xxx
Hasil panen

xx kwintal
Harga per kwintal

Rp.xxx
100% + %Persentase keuntungan yang diinginkan

xxx%
Harga jual per kwintal

Rp.xxx
Diolah dari sumber Akuntansi Biaya 2002

Secara kasat mata, cara perhitungan harga pokok penjualan gabah bisa dianggap sama dengan cara perhitungan perusahaan manufaktur. Hal ini di sebabkan inti kegiatan pertanian adalah mengolah bibit menjadi gabah siap jual. Namun rumus perhitungan harga pokok penjualan perusahan manufaktur tidak dapat langsung diterapkan pada bidang pertanian sebab petani tidak memiliki persediaan awal dan persediaan akhir seperti yang ada pada perusahaan manufaktur.
Petani Desa Turi memiliki kebiasaan untuk menyimpan gabah di lumbung desa sebagai persediaan. Namun persediaan ini tidak dapat dikatakan sebagai persediaan awal atau persediaan akhir karena sebagian besar petani menggunakan gabah yang ada di lumbung desa untuk konsumsi pribadi jangka panjang. Petani Desa Turi lebih sering menggunakan gabah untuk makan sendiri karena harga beras yang fluktuatif.

G.    GAMBARANUMUM MASYARAKAT SASARAN
Program Kreatifitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan di Desa Turi Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan, yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Desa Turi merupakan salah satu desa pemasok gabah di Magetan. Jumlah kelompok tani yang ada di Desa Turi sebesar 23 kelompok dan sebagian besar memilih untuk menanam padi.
Kondisi alam dan pengalaman petani dalam menanam padi menjadi faktor utama hasil tani melimpah. Namun dengan hasil panen melimpah, tidak semua petani Desa Turi hidup dengan berkecukupan. Hal ini disebabkan luas sawah yang dimiliki kurang dan harga gabah yang ditentukan secara sepihak oleh tengkulak tanpa mengetahui besar biaya yang dikeluarkan petani untuk menghasilkan gabah.
Metode penjualan gabah di Desa Turi dibedakan menjadi dua yaitu penjualan pada saat padi yang masih belum ditebang (tebas ijo) dan penjualan padi setelah siap jual atau sudah berupa gabah. Metode penjualan tebas ijo menggunakan cara spekulasi untuk menentukan harga karena padi belum ditebang sehingga masih belum tahu kwalitas gabah. Metode ini memang merugikan petani namun sebagian kecil memilih metode ini karena alasan ekonomi yang mendesak.
Petani Desa Turi memiliki kebiasaan untuk tidak menjual semua hasil panen. Sebagian besar dijual dan sisanya digunakan untuk konsumsi pribadi dan disimpan di lumbung desa. Desa Turi memiliki satu lumbung desa yang berfungsi untuk menyimpan sebagian gabah dari hasil panen petani yang tidak dijual. Karena Desa Turi hnya memiliki satu lumbung desa maka lumbung desa dibagi menjadi beberapa ruang dimana satu ruang hanya digunakan satu dusun. Manfaat dari lumbung desa tersebut adalah untuk menyimpan sebagian hasil panen yang sengaja tidak dijual atau konsumsi pribadi jangka pendek. Simpanan gabah tersebut digunakan untuk mengantisipasi keadaan dimana petani mengalami gagal panen dan menghadapi harga beras yang fluktuatif. Ketika petani mengalami gagal panen atau tidak mampu membeli beras karena harganya yang melambung, mereka dapat mengambil simpanan gabah mereka di lumbung desa untuk keperluan pribadi mereka atau menjualnya dengan harga jual yang sudah ditentukan melalui harga pokok penkualan.
Melihat kondisi petani di Desa Turi Kecamatan Panekan Kabuapaten Magetan, penulis memberikan pendampingan kepada petani dalam menentukan harga jual. Pendampingan ini diawali saat petani akan mengawali masa tanam dengan sosialisasi kepada petani dan dilanjutkan dengan pendampingan dan pengawasan hingga masa panen. Pendampingan ini dilakukan oleh penulis dan dibantu oleh aparat desa Turi Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan.

H.    METODE PELAKSANAAN
Pendampingan petani di Desa Turi Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan diawali dengan observasi langsung ke Desa Turi. Penulis mengamati kegiatan ekonomi pada pertanian di Desa Turi dibantu dengan aparat desa.Selain itu aparat desa juga memberikan data-data penting terkait dengan petani Desa Turi. Berdasarkan observasi tersebut penulis memiliki ide untuk menerapkan harga pokok penjualan sebagai dasar penentuan harga jual gabah. Untuk melaksanakan ide tersebut penulis mengadakan sosialisasi yang di laksanakan di balai desa dan dibantu oleh aparat desa.
Setelah sosialisasi, petani harus tetap di damping agar petani tidak bingung dalam pelaksanaannya. Pencatatan biaya dilakukan berkala agar pencatatannya bersifat historis. Penulis berperan sebagai tentor petani dan rekan untuk berbagi permasalahan ekonomi pertanian pendampingan tersebut dilakukan hingga petani panen dan menjual gabah. Semua kegiatan yang dilakukan sejak awal hingga akhir dievaluasi dan dilaporkan dalan laporan akhir. Evaluasi ini berisi kemajuan petani menjual gabah dengan menggunakan harga jual yang dihitung bersdasarkan harga pokok penjualan.

I.       JADWAL KEGIATAN
Tabel 3 Jadwal Kegiatan
Kegiatan
Waktu Pelaksanaan
Bulan ke-1
Bulan ke-2
Bulan ke-3
Bulan ke-4
Observasi desa




Penyampaian ide




Pendekatan pada petani




Persiapan sosialisasi




Pelaksanaan sosialisasi




Pendampingan dan pemantauan




Penyusunan laporan













J.       ANGGARAN KEGIATAN
Tabel 4 Anggaran kegiatan
No
Spesifikasi
Jumlah Satuan
Harga Satuan (Rp)
Harga Total (Rp)
1
Bahan habis pakai
Spidol
3 buah
10.000,00
30.000,00
Bolpoint
60 buah
3.000,00
180.000,00
Blocknote
60 buah
6.000,00
360.000,00
Map plastic
60 buah
6.000,00
360.000,00
Print modul
60 modul @10 lmbr
500,00
300.000,00
PIN
60 buah
5.000,00
300.000,00
Cinderamata
1 buah
250.000,00
250.000,00
Konsumsi Peserta dan panitia sosialisasi
a.       Makan
b.      Snack
c.       Air mineral


55 kotak
55 kotak
55 botol


10.000,00
8.000,00
3.000,00


550.000,00
440.000,00
165.000,00
Konsumsi Undangan sosialisasi
a.       Makan
b.      Snack
c.       Air mineral

5 kotak
5 kotak
5 botol

12.000,00
10.000,00
3.000,00

60.000,00
50.000,00
15.000,00
2
Peralatan Penunjang PKM

Sewa kursi
70 buah
3.000,00
210.000,00

Sewa meja dan taplak meja
6 buah
11.500,00
69.000,00

white board
1 buah uk 1x2 m
365.000,00
365.000,00

Sewa LCD
1 buah
75.000,00
75.000,00
Sewa white screen
1 buah
45.000,00
45.000,00
Penghapus
1 buah
5.000,00
5.000,00
3.
Perjalanan
Transportasi
4 orang x 4Pulang pergi
130.000,00
2.080.000,00
Penginapan 10 hari
2 kamar
60.000,00
1.200.000,00
Makan 10 hari
3 x 4 orang
7.000,00
840.000,00
Lain-lain
Pembuatan proposal
10 eksemplar
25.000,00
250.000,00
CD dan Burning
1 buah
10.000,00
10.000,00
Pembutan Laporan
10eksemplar
25.000,00
250.000,00
Dokumentasi
-
-
100.000,00
Pamphlet
-
-
60.000,00
Undangan
60 lembar
3.000,00
180.000,00
Backdrop
1 buah
-
135.000,00
Banner
1 buah
-
125.000,00
Jumlah
9.049.000,00

K.    LAMPIRAN
1)   Biodata Ketua dan Anggota Kelompok
Ketua Kelompok
Nama                           : Retno Novitasari
NIM                            : 098694230
Jurusan/Prodi              : S1 Akuntansi
Tempat Tanggal Lahir : Kediri, 23 Maret 1991
Alamat                                    : Desa Turi RT. 05 RW. 04 Panekan Magetan
No.Tlp/HP                   : 085755394962
Email                           : r_novitasari_d@yahoo.co.id
Materi                          : Penentuan harga jual





Anggota I
Nama                           : Fauziah wahyuning tias
NIM                            : 098694214
Jurusan/Prodi              : S1 Akuntansi
Tempat Tanggal Lahir : Surabaya, 21 September 1991
Alamat                                    : Jl. Mawar No.30 BP. Wetan Gersik
No.Tlp/HP                   : 085733019529
Email                           : dorayaki_zia@yahoo.com
Materi                          : Harga pokok penjualan

Anggota II
Nama                           : Adincha Ayuvisda Sulistiyono
NIM                            : 098694214
Jurusan/Prodi              : S1 Akuntansi
Tempat Tanggal Lahir : Madiun, 04 September 1991
Alamat                                    : Jl. Empu Sendok No. 03 Jombang
No.Tlp/HP                   : 085731960900
Email                           : adincha_ayu@yahoo.com
Materi                          : Klasifikasi Biaya

Anggota III
Nama                           : Lily Septia Ekawati
NIM                            : 098554221
Jurusan/Prodi              : S1 Pendidikan Ekonomi/Administrasi Perkantoran
Tempat Tanggal Lahir : Gresik, 25 September 1991
Alamat                                    : Jl. Dr. Wahidin Sh 99 XXXVI RT. 02 RW.01
  Gresik
No.Tlp/HP                   : 085655929775
Email                           : cintaqu_indonesia@yahoo.co.id
            Materi                          : klasifikasi biaya


2)      Biodata Dosen Pembimbing
Biodata Dosen Pembimbing
Nama                                    :  Dr. Eni Wuryani, S.E., M.Si.
NIP                                       : 197107162002122002
Jabatan                                  : Lektor Kepala
Tempat Tanggal Lahir           : Kediri, 16 Juli 1971
Alamat                                  : Griya Kebraon Tengah I/L-14 Surabaya
No.Tlp/HP                            : 08165402341
Email                                     : eniwuryani_bm@yahoo.com

Sabtu, 17 September 2011

Pengantar Pemrosesan Akuntansi

Ini bahan dari dosen SIA





UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
FAKULTAS EKONOMI
2011

PENGANTAR PEMROSESAN AKUNTANSI

GAMBARAN UMUM PEMROSESAN TRANSAKSI

Sistem pemrosesan transaksi (transaction processing system—TPS) merupakan aktivitas yang terdiri atas tiga subsistem utama yang disebut siklus, yaitu siklus pendapatan, siklus pengeluaran, dan siklus konversi. Aplikasi TPS memproses transaksi keuangan. Transaksi keuangan didefinisikan sebagai kegiatan ekonomi yang memengaruhi aktiva dan ekuitas perusahaan, dicerminkan dalam akun-akunnya, dan diukur dalam satuan mata uang.

Siklus Pendapatan
Perusahaan menjual barang jadi ke pelanggan melalui siklus pendapatan (revenue cycle), yang meliputi pemrosesan penjualan tunai, penjualan kredit, dan penerimaan kas setelah penjualan kredit. Subsistem utama dari siklus pendapatan adalah pemrosesan transaksi penjualan dan penerimaan kas.

Siklus Pengeluaran
Aktivitas bisnis dimulai dengan perolehan bahan baku, properti, dan tenaga kerja melalui pertukaran dengan kas. Subsistem utama dari siklus pengeluaran adalah sistem pembelian/utang, sistem pengeluaran kas, sistem penggajian, dan sistem aktiva tetap.

Siklus Konversi
Terdiri atas dua subsistem utama: sistem produksi dan sistem akuntansi biaya. Sistem produksi melibatkan perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian produk fisik melalui proses produksi. Sistem akuntansi biaya memantau arus informasi biaya yang berkaitan dengan produksi. Informasi yang dihasilkan oleh sistem akuntansi biaya digunakan untuk penilaian persediaan, penganggaran, pengendalian biaya, pelaporan kinerja, dan keputusan manajemen.

PENCATATAN AKUNTANSI
Sistem Manual
Pencatatan tradisional yang digunakan dalam sistem manual yaitu dokumen, jurnal, dan buku besar.
Dokumen menyediakan bukti dari kegiatan ekonomi dan dapat digunakan untuk memulai pemrosesan transaksi. Beberapa dokumen merupakan hasil dari pemrosesan transaksi. Terdapat 3 jenis dokumen: dokumen sumber (beberapa dokumen yang diciptakan di awal transaksi), dokumen produk (hasil dari pemrosesan transaksi), dan dokumen perputaran (dokumen produk dari satu sistem yang menjadi dokumen sumber dari sistem lainnya).
Jurnal adalah catatan ayat-ayat secara kronologis. Dokumen adalah sumber utama bagi jurnal. Jurnal menyimpan catatan yang lengkap dari transaksi dan pencatatannya dalam akun sehingga menyediakan sarana untuk memposting ke akun-akun. Terdapat 2 jenis jurnal: jurnal khusus dan jurnal umum.
Buku besar adalah buku akun keuangan, yang mencerminkan pengaruh keuangan dari transaksi setelah dibukukan dari berbagai jurnal. Jurnal menunjukkan efek kronologis dari aktivitas bisnis, sedangkan buku besar menunjukkan aktivitas per jenis akun. Terdapat 2 jenis buku besar: buku besar umum (berisi informasi akun perusahaan dalam bentuk rangkuman dari akun pengendali) dan buku besar pembantu (berisi perincian masing-masing akun yang membentuk akun pengendali tertentu).

Jejak Audit
Catatan akuntansi (dokumen, jurnal, dan buku besar) menyediakan jejak audit (audit trail) untuk menelusuri transaksi dari dokumen sumber ke laporan keuangan. 

TEKNIK DOKUMENTASI
Tiga jenis dokumentasi sistem: diagram arus data (data flow diagram—DFD), bagan alir sistem (system flowchart), dan diagram relasi entitas (entity-relationship diagram).

Data Flow Diagram (DFD)
Merupakan penyajian grafis dari sebuah sistem. DFD menggambarkan komponen sebuah sistem; arus data antarkomponen; serta sumber, tujuan, dan penyimpanan data. Terdapat 4 simbol yang digunakan dalam DFD:

                        Simbol lingkaran menggambarkan entitas dalam atau proses dimana
arus data yang masuk diubah menjadi arus data yang keluar.

                        Simbol arus data menunjukkan jalannya data.

                        Simbol entitas luar menggambarkan sumber atau tujuan data di luar
                        sistem.

                        Simbol penyimpanan data menunjukkan tempat dimana data
                        disimpan.


Diagram Konteks (Context Diagram)
Diagram konteks merupakan diagram sistem informasi tingkat atas dan paling sedikit rinciannya, yang menggambarkan sistem dan semua aktivitasnya dengan sebuah lingkaran, dan menunjukkan arus data yang masuk dan keluar sistem serta masuk dan keluar entitas luar. Entitas luar adalah entitas (orang, tempat, atau benda) di luar sistem yang mengirimkan data ke, atau menerima data dari sistem.


Diagram Arus Data Fisik (Physical Data Flow Diagram)
Merupakan penyajian grafis dari sebuah sistem yang menunjukkan entitas dalam dan luar sistem, dan arus data yang masuk dan keluar entitas tersebut. Entitas dalam (internal) yaitu entitas di dalam sistem yang mengubah data, misalnya petugas akuntansi (orang), departemen (tempat), dan komputer (benda).
DFD fisik menyebutkan di mana, bagaimana, dan oleh siapa sebuah proses sistem diselesaikan, dan tidak menunjukkan apa yang akan diselesaikan. Ingat bahwa simbol lingkaran diberi label kata benda dan bahwa arus data diberi label sedemikian rupa sehingga menunjukkan bagaimana data ditransmisikan antarlingkaran.

Diagram Arus Data Logis (Logical Data Flow Diagram)
Merupakan penyajian grafis sebuah sistem yang menunjukkan proses sistem dan arus data yang masuk dan keluar proses. Kita menggunakan DFD logis untuk mendokumentasikan sistem informasi (pekerjaan/tugas apa yang dilakukan sistem) tanpa menentukan bagaimana, dimana, dan oleh siapa pekerjaan itu diselesaikan.
Ingat bahwa proses pada DFD logis diberi label kata kerja yang menggambarkan tindakan yang akan dilakukan, bukan kata benda seperti DFD fisik.

SISTEM AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER
 Meskipun jejak audit dalam sistem berbasis komputer kurang bisa diamati daripada sistem manual tradisional, jejak audit tetap ada. Catatan akuntansi dalam sistem berbasis komputer disajikan dalam 4 jenis file magnetis yang berbeda: file induk/master, file transaksi, file referensi, dan file arsip.
File induk umumnya berisi data akun. Buku besar umum dan buku besar pembantu adalah contoh dari file induk. Nilai data file ini diperbarui dari transaksi.
File transaksi adalah file sementara yang menyimpan catatan transaksi yang akan digunakan untuk mengubah atau memperbarui data dalam file master. Contoh: pesanan penjualan, penerimaan persediaan, dan penerimaan kas.
File referensi menyimpan data yang digunakan sebagai standar untuk memproses transaksi. Contoh: daftar harga digunakan sebagai acuan untuk menyiapkan faktur pelanggan.
File arsip berisi catatan transaksi masa lalu yang dipertahankan untuk referensi di masa depan. Contoh: jurnal, informasi penggajian periode lalu, dan buku besar periode lalu





Rabu, 23 Februari 2011

Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB)

SKPLB adalah surat ketetapan pajak yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran pajak karena jumlah kredit pajak lebih besar dari pada pajak yang terutang atau seharusnya tidak terutang



PENERBITAN SKPLB

SKPLB diterbitkan setelah dilakukan pemeriksaan, jumlah kredit pajak atau jumlah pajak yang dibayar lebih besar daripada jumlah pajak yang terutang. Surat Ketetapan Lebih Besar diterbitkan untuk:
(a) Pajak penghasilan(PPh) apabila jumlah kredit pajak lebih besar daripada jumlah pajak yang terutang;
(b) Pajak pertambahan nilai(PPN) apabila jumlah kredit pajak lebih besardari pada jumlah pajak yang terutang. Jika terdapat pajak yang dipungut oleh Pemungut PPH, jumlah pajak yang tertang dihitung dengan cara jumlah Pajak Keluaran dikurangi dengan pajak yang dipungut oleh Pemungut Pajak Pertambahan Niliai tersebut;
(c)pajak penjualan atas barng mewah apabila jumlah pajak yang dibayar lebih besar dari pada jumlah pajak terutang.



FUNGSI SKPLB
Sebagai alat atau sarana untuk mengembalikan kelebihan pembayaran pajak.

Jumat, 21 Januari 2011

Merokok itu lucu

Entah mengapa banyak orang keranjingan merokok, bahkan anak sd pun sudah mulai merokok. Lalu apa sih rokok itu?? Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang sekitar 120 milimeter dengan diameter sekitar 10mili meter yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Roko dibakar disala satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada jung lain.

MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN sudah sangat sering kita baca dibusngkus rokok. Namun mengapa masih banyak masayarakat yang masih merokok?? Apa yang membuat mereka merokok?? Alasannya adalah tipe rokok yang mempengarhui oleh perasaan positif, karena kecanduan psikologis, sudah menjadi kebiasaan.

Sungguh lucu ssekali yha orang yang merokok.....
hahahahahahhahahaha

Sabtu, 14 Agustus 2010

Bela Negara

Bela Negara
ini adaah cataan yang saya dapat waktu mengikuti mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dengan bobot 2 sks. Semoga catatan saya bisa membantu . . .


Bela negara merupakan tekat, sikap dan tindakan warga negara yang teratur , menyeluruh, terpadu dan berlanjut dengan landasan (1) rasa cinta tanah air, (2)kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia serta (3)yakin atas kesaktian pancasila sebagai ideologi negara dan (4) kerelaan untuk berkorban guna meniadakan ancaman yang datang dari dalam maupun luar negeri yang membahayakan kemerdekaan dan kedaulatan negara kemerdekaan dan kedaulatan negara, kesatuan dan persatuan bangsa, kesatuan wilayah yuridiksi nasional dan udang-undang dasar 1945.

Begitu pentingnya bela negara bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka diwujudkan pendidikan bela negara yang berguna untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, sadar akan berbangsa dan bernegara Indonesia, meyakinkan diri akan kesaktian pancasila sebagai ideologi negara, menimbulkan kerelaan dalam berkorban membela negara serta memberikan kemampuan awal bela negara dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan ini diharapkan bangsa Indonesia akan lebih kuat ketika menghadapi permasalahan karena sudah kokoh atas segala ancaman yang datang dari dalam maupun luar. iharapkan ini akan diimplementasikan oleh para penerus bangsa untuk melanjutkan Indonesia yang selalu maju dalam hal positif . . .

MERDEKA !!!
MERDEKA!!!!