Selasa, 20 Desember 2011

Sejarah IFRS


Di setiap negara, penyusunan laporan keuangan memiliki standar dan tahapan yang berbeda-beda.  Standar dan tahapan tersebut ditentukan oleh kalangan profesi yang bergabung dalam sebuah lembaga resmi. Misalnya di Amerika Serikat, terdapat lembaga yang menangani masalah akuntansi dan pelaporannya yaitu Financial Accounting Standar Board (FASB).
Untuk menyamakan standar dan tahapan dalam membuat laporan keuangan di seluruh dunia, tanggal 29 Juni 1973 didirikan lembaga yang menangani standar dan tahapan laporan keuangan yaitu International Accounting Standard Committee (IASC). Lembaga ini didirikan oleh lembaga-lembaga profesi dari Australia, Kanada, Perancis, Jerman, Jepang, Meksiko, Belanda, dan Inggris pada pertemuan perdana di Inggris. Agenda pertamanya adalah mengakui praktik akuntansi di semua negara. Lembaga ini kemudian menyepakati International Accounting Standard (IAS) yang akan menjadi cikal bakal International Financial Reporting Standard (IFRS) pada tahun 1974. Pada tahun ini juga ada negara-negara baru yang menjadi anggota pertama dari IASC yaitu Belgia, India, Israel, Selandia Baru, Pakistan, dan Zimbabwe.
Pada tahun 1976 cakupan IASC semakin luas dengan berlangsungnya kerjasama antara IASC dengan Kelompok Sepuluh Gubernur Bank dalam aspek dana proyek IASC dan laporan keuangan bank. Setahun kemudian dibentuk International Federation of Accounting (IFAC) sebagai bagian dari IASC. Meskipun IFAC merupakan bagian dari IASC, namun IFAC memiliki misi dan tujuan terendiri. Misi IFAC adalah untuk mendukung perkembangan profesi akuntansi dengan harmonisasi standar sehingga akuntan dapat memberikan jasa berkualitas tinggi secara konsisten demi kepentingan umum. Tujuan dari IFAC adalah upaya pengembangan International Standar Audits (ISAs), kode etik, kurikulum pendidikan, standar akuntansi sektor swasta, dan kaidah-kaidah bagi akuntan dalam berbisnis atau mereka yang terlibat dalam teknologi.
Tahun 1978, Nigeria dan Afrika Selatan bergabung dengan IASC. Kemudian pada tahun 1980 diadakan pertemuan antarpengurus Kelompok Akuntansi dan Pelaporan PBB bertemu untuk pertemakalinya dan menandatangani kerjasama antara IASC dan Kelompok Akuntansi dan Pelaporan PBB. Dua tahun kemudian International Financial Accounting Standard (IFAC) mendorong IASC untuk menjadi standar akuntansi global. Semakin lama, apresiasi dari negara-negara di dunia semakin meningkat. Hal ini terbukti dengan bergabungnya Italia pada tahun 1983 dan Taiwan pada tahun 1984. Pada tahun 1995 negara-negara Uni Eropa menandatangani kesepakatan untuk menggunakan IAS setelah melewati pertemuan-pertemuan formal sebelumnya.
Pada 1998 jumlah anggota IFAC/IASC mencapai 140 lembaga yang tersebar di 101 negara. Akhirnya, pertemuan menteri keuangan negara-negara yang tergabung dalam G-7 dan Dana Moneter Internasional pada 1999 menyepakati dilakukannya penguatan struktur keuangan dunia melalui IAS.
Pada 2001, dibentuk IASB sebagai IASC. Tujuannya untuk melakukan konvergensi ke GAS dengan kualitas yang meliputi prinsip-prinsip laporan keuangan dengan standar tunggal yang transparan, bisa dipertanggung jawabkan, comparable, dan berguna bagi pasar modal. Pada 2001, IASC, IASB dan SIC mengadopsi IASB. Pada 2002, FASB dan IASB sepakat untuk melakukan konvergensi standar akuntansi US GAAP dan IFRS. Langkah itu untuk menjadikan kedua standar tersebut menjadi sesuai.
Memang, hingga saat ini IFRS belum menjadi satu-satunya standar akuntansi di dunia. Namun standar ini telah digunakan oleh lebih dari 150 negara, termasuk Jepang, China, Kanada dan 27 negara Uni Eropa. Selain itu, 85 dari negara-negara tersebut telah mewajibkan laporan keuangan mereka menggunakan IFRS untuk semua perusahaan domestik atau perusahaan yang tercatat. Bagi Perusahaan multinasional atau yang memiliki partner dari Uni Eropa, Australia, Russia dan beberapa negara di Timur Tengah memang tidak ada pilihan lain selain menerapkan IFRS. 
Proses yang panjang tersebut akhirnya menjadi apa yang disebut IFRS, yang merupakan suatu tata cara bagaimana perusahaan menyusun laporan keuangannya berdasarkan standar yang bisa diterima secara global. Jika sebuah negara beralih ke IFRS, artinya negara tersebut sedang mengadopsi bahasa pelaporan keuangan global yang akan membuat perusahaan bisa dimengerti oleh pasar dunia. Hal yang penting dari peralihan ke IFRS bukanlah sekedar pekerjaan mengganti angka-angka di laporan keuangan, tetapi juga  mengubah pola pikir dan cara semua elemen di dalam perusahaan.
Tabel 1. Sejarah IFRS
Tahun
Sejarah
1973
International Accounting Standard Committee (IASC) berdiri.
1974
IASC menyepakati International Accounting Standard (IAS) yang akan menjadi cikal bakal International Financial Reporting Standard (IFRS).
1976
IASC bekerjasama dengan Kelompok Sepuluh Gubernur Bank dalam aspek dana proyek IASC dan laporan keuangan bank.
1977
Terbentuk International Federation of Accounting (IFAC).
1978
Nigeria dan Afrika Selatan bergabung dengan IASC.
1980
Diadakan pertemuan antarpengurus Kelompok Akuntansi dan Pelaporan PBB bertemu untuk pertemakalinya dan menandatangani kerjasama antara IASC dan Kelompok Akuntansi dan Pelaporan PBB.
1982
International Financial Accounting Standard (IFAC) mendorong IASC untuk menjadi standar akuntansi global.
1983 -1984
Italia dan Taiwan bergabung.
1995
Negara-negara Uni Eropa menandatangani kesepakatan untuk menggunakan IAS .
1999
Diadakan pertemuan menteri keuangan negara-negara yang tergabung dalam G-7 dan Dana Moneter Internasional.
2001
Dibentuk IASB sebagai IASC.
2002
FASB dan IASB sepakat untuk melakukan konvergensi standar akuntansi US GAAP dan IFRS.
2011
IFRS telah digunakan oleh lebih dari 150 negara, termasuk Jepang, China, Kanada dan 27 negara Uni Eropa.

0 comments:

Poskan Komentar

tolong diisi yha . .